Friday, April 13, 2012

wawancara terhadap petani kacang panjang dalam bidang HPT


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.Ia mudah didapati di kawasan panas di Asia. Kacang Panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan. Nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g (3.5 oz) Energi 196 kJ (47 kcal) Karbohidrat 8 g Diet serat 3,6 g Lemak 0 g Protein 3 g  Persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa. Sumber: USDA Nutrient database.
Tanaman kacang panjang (V.sinensis) merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap musim. Usaha tani kacang panjang dapat diandalkan sebagai usaha agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 0 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin C, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 2000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing.)

1.2  Tujuan
Mahasiswa dapat memahami jenis – jenis dan mengerti mengenai OPT pengganggu,Pestisida yang digunakan untuk masing – masing jenis tanaman yang telah ditentukan,pestisida yang digunakan,cara pengairan,varietas yang paling baik digunakan untuk masing – masing tanaman.



II.TINJAUAN PUSTAKA

Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.Dan mudah didapati di kawasan panas di Asia.
Selain sebagai masakan, ternyata Kacang Panjang juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diantaranya : antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar (Salisbury,1995).
Tanaman kacang panjang (V.sinensis) merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap musim. Usaha tani kacang panjang dapat diandalkan sebagai usaha agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani (Yatim,1990).
Ada 2 macam dan keduanya bertipe merambat. a. Varietas kacang panjang 1 (KP 1) atau No. 1019 Varietas ini berasal dari Bekasi dan cocok ditanam hingga ketinggian 500 m dpl. Batangnya berwama hijau muda dan berbentuk persegi enam. Daun berbentuk delta dengan ujung meruncing tersusun tiga-tiga. Daun berwarna hijau tua dengan permukaan berbulu halus. Bunga berbentuk kupu-kupu berwama biru muda. Polongnya gilik, panjang 44-75 cm, wama hijau tua, rasanya agak manis, dan renyah. Satu tanaman bisa menghasilkan 4-15 polong. Biji bulat panjang agak gepeng dan bila sudah tua berwama cokelat tua berbelang putih. Tanaman dewasa tingginya mencapai 2 m lebih. Pada umur 28 hari sudah berbunga dan pada umur 59-79 hari sudah dapat dipanen. Produksi rata-ratanya 6,2 ton/ha polong muda atau 0,4 ton/ha biji kering. Varietas ini cukup tahan terhadap penggerek polong dan cendawan busuk perusak polong, namun kurang tahan terhadap serangan virus sapu. b. Varietas kacang panjang 2 (KP 2) atau No. 1018 Varietas ini berasal dari Bogor yang cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian di bawah 500 m dpl. Batangnya berwama hijau muda dan bersegi enam. Daun dan bunganya mirip dengan KP 1. Polong gilik, langsing dengan panjang 35-60 cm , dan berwama hijau. Jumlah polong dalam satu tanaman dapat mencapai 5-18 buah, lebih banyak dari KP l. Polong yang masih muda renyah dan agak manis. Biji yang tua berwama cokelat muda. Tanaman dewasa tingginya mencapai 2 m lebih. Mulai berbunga saat berumur 30 hari. Kacang panjang untuk sayur dipanen pada umur 58-80 hari sesudah tanam dengan tingkat produksi 5,9 ton/ha. Bila panen dalam bentuk biji kering hasilnya sekitar 0,5 ton/ha. Varietas ini cukup tahan terhadap cendawan busuk polong dan penggerek polong, tetapi rentan tehadap virus sapu ( Riyadi,2006).
Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 0 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin C, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 2000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing) (Suryadi,2003).I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.Ia mudah didapati di kawasan panas di Asia. Kacang Panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan. Nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g (3.5 oz) Energi 196 kJ (47 kcal) Karbohidrat 8 g Diet serat 3,6 g Lemak 0 g Protein 3 g  Persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa. Sumber: USDA Nutrient database.
Tanaman kacang panjang (V.sinensis) merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap musim. Usaha tani kacang panjang dapat diandalkan sebagai usaha agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 0 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin C, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 2000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing.)

1.2  Tujuan
Mahasiswa dapat memahami jenis – jenis dan mengerti mengenai OPT pengganggu,Pestisida yang digunakan untuk masing – masing jenis tanaman yang telah ditentukan,pestisida yang digunakan,cara pengairan,varietas yang paling baik digunakan untuk masing – masing tanaman.



II.TINJAUAN PUSTAKA

Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.Dan mudah didapati di kawasan panas di Asia.
Selain sebagai masakan, ternyata Kacang Panjang juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diantaranya : antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar (Salisbury,1995).
Tanaman kacang panjang (V.sinensis) merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap musim. Usaha tani kacang panjang dapat diandalkan sebagai usaha agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani (Yatim,1990).
Ada 2 macam dan keduanya bertipe merambat. a. Varietas kacang panjang 1 (KP 1) atau No. 1019 Varietas ini berasal dari Bekasi dan cocok ditanam hingga ketinggian 500 m dpl. Batangnya berwama hijau muda dan berbentuk persegi enam. Daun berbentuk delta dengan ujung meruncing tersusun tiga-tiga. Daun berwarna hijau tua dengan permukaan berbulu halus. Bunga berbentuk kupu-kupu berwama biru muda. Polongnya gilik, panjang 44-75 cm, wama hijau tua, rasanya agak manis, dan renyah. Satu tanaman bisa menghasilkan 4-15 polong. Biji bulat panjang agak gepeng dan bila sudah tua berwama cokelat tua berbelang putih. Tanaman dewasa tingginya mencapai 2 m lebih. Pada umur 28 hari sudah berbunga dan pada umur 59-79 hari sudah dapat dipanen. Produksi rata-ratanya 6,2 ton/ha polong muda atau 0,4 ton/ha biji kering. Varietas ini cukup tahan terhadap penggerek polong dan cendawan busuk perusak polong, namun kurang tahan terhadap serangan virus sapu. b. Varietas kacang panjang 2 (KP 2) atau No. 1018 Varietas ini berasal dari Bogor yang cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian di bawah 500 m dpl. Batangnya berwama hijau muda dan bersegi enam. Daun dan bunganya mirip dengan KP 1. Polong gilik, langsing dengan panjang 35-60 cm , dan berwama hijau. Jumlah polong dalam satu tanaman dapat mencapai 5-18 buah, lebih banyak dari KP l. Polong yang masih muda renyah dan agak manis. Biji yang tua berwama cokelat muda. Tanaman dewasa tingginya mencapai 2 m lebih. Mulai berbunga saat berumur 30 hari. Kacang panjang untuk sayur dipanen pada umur 58-80 hari sesudah tanam dengan tingkat produksi 5,9 ton/ha. Bila panen dalam bentuk biji kering hasilnya sekitar 0,5 ton/ha. Varietas ini cukup tahan terhadap cendawan busuk polong dan penggerek polong, tetapi rentan tehadap virus sapu ( Riyadi,2006).
Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 0 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin C, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 2000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing) (Suryadi,2003).
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Data Klien
Nama
P.Irwan
Alamat
Jl. Semeru, Ajung Krajan
Umur
35 Tahun
Sekolah
MAN
Komoditi yang ditanam
Kacang Panjang
Varietas
77
Luasan
75 m2
Tanaman sebelumnya
Sawi
Tanaman sekitar
Padi, Sawi, Mentimun
Jenis pemupukan
Siram, dengan menggunakan pupuk sintetis ( TSP, Urea, SP-36
Cara pengairan
Irigasi
Jenis OPT yang menyerang menurut versi petani
Ulat, grayak, kutu
Jenis pengendalian yang dilakukan
Penyemprotan Pestisida
Jenis Pestisida yang Digunakan
Penyemprotan Decis

Data Klien
Nama
P.Ngatiyo
Alamat
Ajung Kresek
Umur
55 Tahun
Sekolah
SMP
Komoditi yang ditanam
Kacang Panjang
Varietas
77
Luasan
150 m²
Tanaman sebelumnya
Padi
Tanaman sekitar
Padi, Kacang Panjang
Jenis pemupukan
Siram, sintetis
Cara pengairan
Irigasi Alur
Jenis OPT yang menyerang menurut versi petani
Ulat, grayak, kutu
Jenis pengendalian yang dilakukan
Penyemprotan Pestisida Kmia
Jenis Pestisida yang Digunakan
Fastac

4.2 Pembahasan
Tanaman kacang panjang (V.sinensis) merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap musim. Usaha tani kacang panjang dapat diandalkan sebagai usaha agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Dari hasil kuisioner yang di dapatkan dengan wawancara terhadap klien varietas yang ditanam adalah sama-sama jenis 77. Wawancara tersebut kepada P.Irwan dan P.Ngatiyo.
Klien pertama adalah P.Irwan, bertempat tinggal di Jl. Semeru Ajung Krajan. Beliau berusia 35 tahun dengan pendidikan terakhir MAN. Komoditi yang ditanam di lahan P.Irwan adalah tanaman kacang panjang dengan varietas 77 dengan luasan lahan yang ditanami kacang panjang seluas 75 m2. Sebelum ditanami kacang panjang lahan tersebut ditanami tanaman sawi. Batas tanaman sekitar lahan kacang panjang P.Irwan adalah sebelah selatan tanaman sawi, sebelah barat tanaman mentimun dan sebelah utara dan timur dibatasi tanaman padi. Jenis pemupukan yang dilakukan P.Irwan adalah dengan cara penyiraman dengan pupuk sintetis (UREA, TSP). Cara pengairan lahan dengan sistem semi mekanik yaitu dengan air mengambil dari sungai yang masuk ke persawahan dan di bagi-bagi lagi agar menyebar menjadi sungai kecil-kecil. Jenis OPT yang menyerang menurut P.Irwan adalah ulat grayak dan kutu dan untuk penanganannya dilakukan penyemprotan pestisida Decis.
Klien selanjutnya adalah P.Ngatiyo yang beralamat di Ajung Kresek, yang berusia 55 tahun dan pendidikan terakhir adalah smp. Di lahan P.Ngatiyo yang seluas 150 m2 tersebut ditanami kacang panjang dengan varietas 77. Sebelum ditanami kacang panjang lahan tersebut telah ditanami tanaman padi. Tanaman sekitar lahan kacang panjang P.Ngatiyo adalah sebelah barat adalah tanaman padi, sebelah utara adalah kacang panjang dan sebelah selatan pagar rumah dan timur pekarangan rumah. Jenis pemupukan yang dilakukan P.Ngatiyo adalah dengan cara penyiraman pestisida sintetis untuk mengendalikan OPT seperti ulat grayak dan kutu. Jenis pestisida yang digunakan adalah fastac.dan cara pengairan lahan dengan drainase semi mekanik.


V.KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Varietas kacang panjang yang ditanam adalah jenis 77
2. OPT yang menyerang menurut 2 klien tersebut adalah ulat grayak dan kutu
3. Sistem pengairannya dengan sistem semi mekanik

5.2 Saran
            Pada praktikum sebaiknya survei lahan dulu untuk melihat komoditas apa saja yang terdapat atau ditanam disitu guna mempermudah tidak membuang waktu dan tenaga mencari komoditas yang ditentukan tetapi tidak ada.


DAFTAR PUSTAKA

Riyadi, I. 2006. Isolasi Protoplas Tanaman Kacang Panjang secara Enzimatis. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia : Bogor. Buletin Plasma Nutfah Vol. 12 No. 2.

Salisbury, F. B., C. W. 1995. Morfologi kacang panjang . Penerbit ITB. Bandung

Suryadi, dkk. 2003. Karakteristik dan Deskripsi Plasma Nutfah Kacang Panjang. Balai Penelitian Tanaman Sayuran : Lembang. Buletin Plasma Nutfah vol. 9 No. 1 th. 2003.

Yatim, W. 1990. Bertanamn Kacang Panjang. Yayasan Obor Indonesia : Jakarta.

No comments:

Post a Comment