Friday, April 13, 2012

PENGUKURAN KANDUNGAN C ORGANIK DAN PH TANAH


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Peningkatan kualitas hidup manusia menjadikan semakin meningkatnya permintaan akan bahan-bahan makanan yang berkualitas baik dan dapat memenuhi setiap kebutuhan gizi untuk kesehatan. Hasil produksi yang baik haruslah didukung dengan faktor-faktor produksi yang baik, mulai dari benih tanaman, pengelolaan yang baik, pengemasan dan pemasaran yang baik kesemuanya dapat terpenuhi jika pada awal produksi tanaman menggunakan media tanam yang baik pula.
Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam produksi pertanian, karena tanah merupakan media tanam yang umum digunakan. Pemanfaatan tanah sebagai media tanam masih dominan digunakan dalam dunia pertanian, minimnya pemerataan teknologi pertanian dan kurangnya faktor pendukung sumber daya manusia merupakan faktor penghambat pada proses penggunaan media alternatif selain tanah untuk media tanam pertumbuhan tanaman. Tanah yang baik adalah tanah yang diolah sesuai dengan kebutuhan dan memberikan masukan bahan lain sesuai dengan takaran sehingga menciptakan hasil yang maksimal. Penambahan bahan tambahan pada tanah tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa mengetahui fisik, kimia, dan biologi dari tanah tersebut.
Perkembangan ilmu pertanian mengenai kesuburan tanah berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan para pakar telah menyatakan bahwa kurang suburnya tanah disebabkan tanah itu kekurangan unsure-unsur hara tertentu, untuk itu hara memerlukan pemupukan. Pemupukan zat-zat kimiawi tertentu memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kelebihan pemupukan dapat melengkapi unsure hara yang kurang dalam jumlah yang dianggap perlu, namun kekurangannya yakni apabila terlalu banyak/berlebihan dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman dan tentunya membahayakan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.
Mencari data mengenai keadaan fisik, kimia, dan biologi tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan hasil yang hampir mendekati sama namun masing-masing cara harus disesuaikan dengan tujuannya. Analisis fisik dilakukan agar kesuburan fisik tanah tanah dapat dipertahankan atau diperbaiki, dan mengungkap faktor-faktor pembatas fisik dalam penggunaan tanah sehingga kegiatan-kegiatan yang melampaui faktor-faktor pembatas itu dapat dicegah. Begitu pula dengan analisa baik kimia maupun biologi.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui kandungan C organik pada tanah sampel
2. Untuk mengetahui pH tanah sampel
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Proses terjadinya tanah berasal dari batuan induk menjadi bahan induk tanah berangsur-angsur menjadi lapisan tanah bawah yang akhirnya membentuk tanah atas memerlukan waktu yang lama. Adapun yang menyebabkan batu-batuan induk itu menjadi lapisan tanah dan menjadi tanah yang baik karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni: a) sinar matahari; b) air; c) hawa; d) tumbuh-tumbuhan; e) makhluk hidup; dan f) jasad hidup lain dalam tanah (Kanisus,1973).
Tanah sebagai salah satu unsur habitat perlu diketahui kapasitas kemampuannya jika hendak melakukan pertanaman pada tanah itu, untuk mengetahui kapsitas kemampuan itu perlu dilakukan penelitian-penelitian dengan cara analisasi terhadap tubuhnya. Analisa itu bertujuan untuk mengungkapkan khuluk (nature), sifat-sifat (properties) tanah, dan tabiat atau perilaku (behaviour) tanah. Dengan diketahui khuluk, sifat-sifat dan tabiat/perilaku tanah akan dapat diketahui pula tentang gejala-gejala yang mungkin ditimbulkannya untuk dipergunakan sejenis tanaman tertentu, dengan demikian dapat dilakukan diagnosis sejenis tanaman lain yang sangat cocok dikembangkan pada tanah tersebut (Sutedjo,1992).
Sumber utama bahan organik tanah ialah jaringan tanaman, baik yang berupa serasah atau sisa-sisa tanaman yang setiap tahunnya dapat tersedia dalam jumlah yang besar sekali. Secara ringkasnya bahan organik tanah berdasrkan (segi) kimiawi tanah dapat melindungi senyawa karbohidrat, protein dan lignin serta sejumlah kecil senyawa lainnya (Kartasapoetra,1991).
Bahan organik dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dan efisiensi penyerapan tanaman. Perombakan bahan organik akan melepas unsur hara seperti N, P, K, dan S. Meskipun hara pupuk organik relatif rendah tetapi perombakannya relatif cepat, oleh karena itu agar penggunaan bahan organik efektif pemberiannya harus tepat. Kebutuhan pupuk termasuk pupuk organik sangat mendukung dalam peningkatan unsur hara dan peningkatan hasil maksimal dalam memproduksi tanaman (Gusmini,2004).
Bahan organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah baik secara fisik, kimia, maupun biologis. Bahan organik adalah bahan pemantap agregat tanah dan merupakan sumber hara tanaman disamping itu sebagai sumber energi dari sebagian besar organisme tanah. Salah satu unsure tanah yakni fosfor, fosfor tersedia di dalam tanah dapat diartikan sebagai P tanah yang dapat diekstraksikan atau larut dalam air dan asam sitrat. Ketersediaan fosfor anorganik tanah sangat ditentukan oleh faktor-faktor: 1) pH tanah, 2) ion Fe, Al dan Mn larut, 3) adanya mineral yang mengandung Fe, Al dan Mn, 4) tersedianya Ca, 5) jumlah dan tingkat dekomposisi bahan organik, dan 6) kegiatan jenis renik (Ernawati,2008).
Sumber utama nitrogen untuk tanaman adalah gas nitrogen bebas di udara yang menempati 78% dari volume atmosfer. Dalam bentuk unsur nitrogen tidak dapat digunakan oleh tanaman. Gas dintrogen harus harus diubah menjadi bentuk nitrat ataupun amunium melalui proses-proses tertentu agar dapat digunakan oleh tanaman. Ada dua cara penambatan nitrogen pada tanah, yaitu penambatan/fiksasi bebas atau azofikasi. Penambatan nitrogen dari udara dilakukan oleh bakteri rhizobium yang bersimbiose dengan tanaman legium. Kalium merupakan unsur hara ketiga setelah nitrogen dan fosfor. Kalium diserap tanaman dalam jumlah mendekati atau melebihi jumlah nitrogen walaupun kalium tersedia dalam tanah dengan jumlah yang terbatas. (Kasno, 2004).


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil
0 ppm
0 ml
50 ppm
1 ml
100 ppm
2 ml
150 ppm
3 ml
200 ppm
4 ml
250 ppm
5 ml
Tabel blanko standar                  
Kelompok
C organik
1
147
2
80
3
140
4
108
5
76
6
104
Kelompok
pH
1
5,15
2
4,09
3
4,26
4
4
5
4,48
6
4,3






Tabel C organik                             Tabel pH        

4.2 Pembahasan
            Bahan organik memegang peranan penting dalam memperbaiki sifat-sifat
tanah (fisik, kimia dan biologi) yang selanjutnya akan meningkatkan produktivitas
tanah dan tanaman. Oleh karena itu, bahan organik disebut juga sebagai dinamisator, aktivator dan regenerator tanah dalam meningkatkan dan mempertahankan produktivitas lahan.
Dalam sistem pertanian organik, pupuk kandang merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan pengganti pupuk kimia. Pupuk kandang banyak digunakan sebagai sumber bahan organik tanah yang memberikan dampak sangat baik bagi pertumbuhan tanaman. Penambahan bahan organik dapat meningkatkan unsur hara dan perbaikan sifat tanah. Bahan organik merupakan salah satu komponen tanah yang sangat penting dari segi fisik, kimia, dan biologi tanah.
Bahan organik dapat memperbaiki infiltrasi, porositas, struktur tanah, ketersediaan unsur hara, dan merupakan sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Pengaruh bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah mampu meningkatkan nilai kapasitas tukar kation, menambah ketersediaan unsur hara, mengurangi keracunan Al dan Fe serta meningkatkan kelarutan P dalam tanah.
Bahan organik juga sangat berperan dalam meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Tersedianya bahan organik di dalam tanah mempengaruhi populasi dan jenis mikroflora (cendawan, lumut, bakteri, ganggang, aktinomisetes) di dalamnya
Tanah yang mengandung sedikit bahan organik memiliki kepadatan populasi mikroorganisme yang rendah sehingga tingkat kesuburannya pun rendah, karena hampir sebagian besar transformasi bahan organik dilakukan oleh mikroorganisme. Salah satu bahan organik yang sangat baik bagi tanah adalah pupuk kandang. Susunan kimia pupuk kandang berbeda-beda tergantung pada spesies, ternak, umur dan keadaan hewan, sifat dan jumlah pakan, serta penanganan dan penyimpanan pupuk sebelum dipakai.Pupuk kandang dapat meningkatkan C-organik, N-total, Ca-dd dan pH tanah. Pemberian pupuk kandang berarti penambahan bahan organik yang berfungsi sebagai cadangan unsur hara, pengikat air dan pembentukan pori-pori mikro dan makro, yang dapat menunjang perkembangan mikroorganisme tanah. Hasil penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme tersebut membentuk senyawa baru yang lebih sederhana dan merupakan unsur hara bagi tanaman.
Keasamaan / kealkalian / pH tanah adalah logaritma kepekatan ion-ion H+ dalam larutan sistem tanah. Kepekatan ion-ion H+ dalam larutan sistem tanah ini berkesetimbangan dengan H-tidak terdisosiasi senyawa-senyawa dapat larut dan tidak larut yang ada dalam sistem. pH tanah menunnjukkan intensitas keasaman suatu sistem tanah , sedangkan kapasitas keasaman menunjukkan takaran ion H+ terdisosiasi, ditambah H+ tidak terdisosiasi di dalam sistem tanah. Sistem tanah yang mayoritas terdapat ion-ion H+ akan bersuasana asam dengan nilai pH < 7, sedangkan jika pH = 7 akan bersuasana netral, dan pH > 7 akan bersuasana alkalis atau basa. Faktor pengendali keasaman tanah adalah ion-ion H+ dan Al3+ yang berada di dalam larutan sistem tanah dan kompleks jerapan. Kedua bidang ini mengendalikan keasaman dengan cara berbeda, yang disebabkan oleh perbedaan sumber dan watak muatan yang menyerap ion-ion itu. Di dalam sistem tanah terdapat dua bentuk muatan negatif, yaitu: muatan tergantung pH dan muatan tetap.
Muatan tergantung pH berwatak tidak tetap. Muatan tergantung pH ini berasal dari gugus SiOH dan AlOH di tepi patahan dan permukaan luar lempung, gugus karboksil (-COOH) dan fenol (-OH) koloid humus. Muatan tetap berasal dari adanya kelebihan ion lempung pada silikat akibat terjadinya penyulihan isomorfis (pergantian anasir penyusun tanpa mengubah bahan lempung). Kation yang dijerap muatan yang berasal dari mekanisme ini dapat dipertukarkan pada setiap nilai pH (tidak tergantung pH).
            Pada praktikum Layanan Klinik Tanaman jurusan tanah hasil yang diperoleh adalah kandungan C organik dan pH tanah pada masing- masing sampel. Pada kelompok 1 kandungan C organiknya sebanyak 147, pada kelompok 2 kandungannya 80, pada kelompok 3 kandungannya 140, pada kelompok 4 kandungannya 108, pada kelompok 5 kandungannya 76 dan pada kelompok 6 kandungannya 104.
            Pengukuran pH tanah pada masing-masing tanah sampel yang dibawa oleh tiap kelompok memiliki pH tanah yang berbeda. Pada kelompok 1 pH tanahnya 5,15, pada kelompok 2 pH tanahnya 4,09, pada kelompok 3 pH tanahnya 4,26, pada kelompok 4 pH tanahnya 4, pada kelompok 5 pH tanahnya 4,48, dan pada kelompok 6 pH tanahnya 4,30


BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
1.    Bahan organik memegang peranan penting dalam memperbaiki sifat-sifat tanah (fisik, kimia dan biologi) yang selanjutnya akan meningkatkan produktivitastanah dan tanaman. Oleh karena itu, bahan organik disebut juga sebagai dinamisator, aktivator dan regenerator tanah dalam meningkatkan dan mempertahankan produktivitas lahan.
2.    pH tanah menunnjukkan intensitas keasaman suatu sistem tanah , sedangkan kapasitas keasaman menunjukkan takaran ion H+ terdisosiasi, ditambah H+ tidak terdisosiasi di dalam sistem tanah. Keasamaan / kealkalian / pH tanah adalah logaritma kepekatan ion-ion H+ dalam larutan sistem tanah.

5.2  Saran
Praktikum harus dilakukan dengan hati-hati karena praktikum berada didalam laboratorium untuk mengurangi kecelakaan kerja dan kerusakan alat laboratorium. Dan agar hasil yang diperoleh valid.


DAFTAR PUSTAKA


Ernawati, R.2008. Studi Sifat-sifat Kimia Tanah pada Tanah Timbunan Lahan Bekas Penambangan Batubara. Jurnal Teknologi Technoscientia. Vol 1 No. 1 : 85

Gusmini. 2004. Pemanfaatan bahan Organik In Situ untuk Efisiensi Budidaya jahe yang berkelanjutan. Jurnal Litbang Pertanian 23 (2) : 37

Kanisus. 1973. Tanah dan Pertanian. Penerbit Kanisus.Yogyakarta.

Kasno. 2004. Status hara Tanah Sawah untuk Rekomendasi Pemupukan. Jurnal Litbang Pertanian Vol 1 No. 1 : 83

Kartasapoetra. 1991. Pengantar Ilmu Tanah Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian. Penerbit Rineka Cipta.Jakarta.

Sutedjo.1992. Analisa Tanah, Air Dan Jaringan Tanaman. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

No comments:

Post a Comment